Saya adalah seseorang yang memiliki hobi jalan-jalan, atau bahasa kerennya travelling. Mau itu jalan-jalan di sekitara kota, museum, foto-foto, kebun raya, kebun binatang, gunung, laut, bahkan tebing. Dan kegiatan naik gunung sih yang paling aku suka. Karena ketika melakukan aktivitas Hiking, semua hal yang tidak kita alami saat jalan-jalan di sekitaran kota.
Tapi, perjalanan mendaki gunung bukanlah perjalanan yang mudah. perlu ersiapan dari segi fisik dan metal yang matang. belum lagi perlengkapan yang mesti di bawa pada saat kegiatan. Dan juga pakaian yang kita kenakan haruslah mendukung.
Kaos bahan jersey, celana cargo bermerek ala-ala toko outdoor, sepatu khusus yang kalau dilihat ukurannya besar, kaos kaki, sarung tangan, baju flannel, dan pakaian lainnya yang menunjuang kegiatan Hiking menjadi lebih nyaman dan juga safety. Bisa terbayang kan kerennya para pendaki gunung seperti apa dengan ciri khas ke-Dekilannya.
Tetapi, semenjak memutuskan untuk hijrah, pakaian standar yang aku sebut di atas sudah tidak dapat aku kenakan lagi. Kini, aku adalah seorang wanita yang kesehariannya menggunakan gamis atau rok panjang, dengan jilbab lebarnya. Ya bisa di bayangkan sih kini aku telah menjadi wanita yang berpakaian selayaknya seorang wanita.
Dulu, awal memutuskan untuk mengenakan gamis dan jilbab panjang, aku sempat bingung bagaimana cara berpakaian ku ketika naik gunung lagi. Apakah lebih baik saat naik gunung aku memakai celana saja, atau aku memilih untuk tidak naik gunung lagi? Ah pilihan kedua bukanlah pilihan yang tepat. Toh kegiatan Hiking bukanlah kegiatan negatif, jadi tidak perlu aku meninggalkan hobi ku tersebut.
![]() |
| Baduy.... Aku yang pake jilbab merah |
Awal aku melakukn Hiking dengan pakaian Syar'i ku adalah saat perjalanan ke Baduy Dalam. Hiking mesti dialami saat menuju baduy dalam. Saat perjalanan tersebut alhamdulillah aku bukalah satu-satunya wanita yang menggunakan pakaian Syar'i. Di perjalanan tersebut aku berkenalan dengan seorang akhwat bernama Kak Nindi. ternyata dia sudah cukup lama memutuskan untuk menggunakan pakaian Syar'i dan sudah beberapa kali mendaki gunung dengan gamis dan juga jilbab panjangnya.
Saat hiking di Baduy Dalam outfit yang aku kenakan adalah rok hitam berbahan karet (sengaja dipilih karena supaya tidak gampang kotor, dan juga bahannya lentur. Ketika di packing tidak membutuhkan space tempat yang besar, dan pastinya ringan ketika digunakan), untuk atasan aku menggunakan kaos berbahan jersey bergambar Akame (kaos jersey menjadi outfit favorit ketika hiking, karena cepat kering ketika basah, dan tidak boros packingan), kaos kaki semata kaki, sepatu running New Balance, dan bergo serut yang panjangnya hanya menutupi perut.
Awalnya memang agak repot sih, karena ketika menemui beberapa tanjakan, atau ranting yang menghalangi perjalanan aku harus megangkat rok-ku supaya tidak terinjak oleh kaki ku sendiri. Tapi, lama-lama aku terbiasa. Yang agak repot ketika hujan sih. Saat itu aku masih memakai Rain Coat lama ku yang terdiri dari Jas atasan dan celana. Alhasil ketika hujan turun, rok aku masukan saja ke celana Rain Coatnya. Yang penting safety, dan tidak menyebaban rok ku menjadi kotor.
![]() |
| Di Argopuro :D |
Dan selang dua minggu kemudian, aku mendaki gunung Argopuro dengan menggunakan outfit yang sama. Berbeda tujuan pastiya berbeda tempat. Jika saat ke Baduy hanya memerlukan waktu 2 hari 1 malam, berbeda dengan pergi ke Argopuro. Butuh waktu 4 hari 3 malam untuk melintasi Barderan-Bremi. Belum lagi cuaca yang jauh berbeda. Saat di Argopuro kami terkena hujan, alhasil pakaian ku jadi lumayan kotor.
Sebenernya agak repot sih melakukan perjalanan dengan pakaian Syar'i. Selain pakaiannya yang lebar-lebar, kaos kaki dan manset yang harus di bawa dalam jumlah yang tidak pas-pasan, jilbab yang panjang akan menjadikan bawaan menjadi dua kali lebih berat. tetapi itulah konsekuensinya. Yang penting tetap istiqomah, jangan melupakan hakikat kita melakukan safar, dan jangan berbuat maksiat.
Setelahya beberapa kali aku melakukan pendakian dengan pakaian Syar'i. Ketika persiapan memang agak repot sih, bingung karena bawaan yang semakin banyak, tapi hal itu dapat di akali dengan menyiapkan stamina yang kuat (bawaan yang semakin berat). Disini seni mempacking semakin dilatih.
Mau berbagi sedikit tips aja nih buat kalian yang berpakaian Syar'i untuk melakukan Travelling.
- Pakai pakaian yang ringan, dan cepat kering jika basah. Hindari pakaian berbahan jeans, karena jeans berat dan jika basah akan sulit mengering. disarankan sih untuk rok pakai bahan latex, dan kaos memakai bahan jersey. Jika menggunakan gamis disarankan menggunakan bahan balotelli, karena bahan ini ringan dan jika basah akan cepat mengering.
- bawalah kaos kaki cadangan yang cukup banyak, kita tidak tau apakan akan hujan atau kering. diusahakan sisakan satu buah kaos kaki kering untuk dipakai tidur.
- Untuk pakaian tidur, jika punya gamis berbahan sweater, sangat disarankan untuk di bawa.
- Tidak perlu membawa hal yang tidak enting (seperti boneka, alat make up yg berlebihan, dll) supaya bawaan tidak semakin banyak
- Dan lain-lain
Sekian sedikit cerita dan tips dari saya yang tetap melakukan kegiatan Travelling dengan menggunakan pakaian Syar'i. Buat teman-teman yang sudah berpakaian Syar'i dan hobi travelling, tak perlu khawatir, apalagi sampai menanggalkan pakaian Syar'inya. Pokoknya keep istiqomah, keep hamasah, keep Syar'i with your hobby.





Komentar
Posting Komentar